Cara Install FTP Server Ubuntu di AWS (EC2) - Vassten

Cara Install FTP Server Ubuntu di AWS (EC2)

Di era cloud computing seperti sekarang, kebutuhan untuk mengelola dan memindahkan file secara aman dan efisien menjadi hal yang sangat penting. Salah satu solusi yang masih banyak digunakan adalah FTP Server, terutama untuk keperluan deployment website, backup data, maupun manajemen file jarak jauh. Dengan memanfaatkan AWS EC2 yang fleksibel dan scalable, kita dapat membangun FTP Server sendiri menggunakan sistem operasi Ubuntu dengan mudah dan terkontrol.

Amazon Web Services (AWS) menyediakan layanan EC2 yang memungkinkan pengguna menjalankan server virtual dengan konfigurasi sesuai kebutuhan. Ubuntu menjadi pilihan populer karena stabil, ringan, serta memiliki komunitas dan dokumentasi yang sangat luas. Mengombinasikan EC2 dan Ubuntu sebagai FTP Server adalah langkah praktis bagi developer, sysadmin, maupun pemilik website yang ingin memiliki kendali penuh atas server mereka.

Pada artikel ini, kita akan membahas langkah-langkah lengkap cara install dan konfigurasi FTP Server di Ubuntu yang berjalan pada AWS EC2. Mulai dari persiapan instance, instalasi package FTP, hingga pengaturan keamanan seperti user, permission, dan firewall. Dengan mengikuti panduan ini, diharapkan Anda dapat menjalankan FTP Server dengan aman dan optimal sesuai kebutuhan Anda.  

Langkah  - Lanngkah Install  FTP Server Ubuntu di AWS (EC2)

Berikut adalah langkah - langkah untuk install FTP di AWS di bawah ini:

1. Masuk ke Website AWS

Langkah pertama, buka website resmi AWS melalui browser.

Di halaman utama AWS, klik tombol “Masuk ke konsol” yang ada di pojok kanan atas.
Kalau belum punya akun, kamu bisa pilih “Buat akun”, tapi pada tutorial ini kita asumsikan akun sudah ada.

2. Pilih Login Menggunakan Root User

Setelah klik Masuk ke konsol, kamu akan masuk ke halaman login AWS. Di bagian bawah form login, klik opsi “Sign in using root user email”. Opsi ini digunakan jika kamu login sebagai pemilik akun utama AWS.

3. Pilih User Type: Root User

Selanjutnya, AWS akan menampilkan pilihan jenis user.

  • Pilih Root user
  • Masukkan email address yang terdaftar di AWS
  • Klik tombol Next

Root user biasanya dipakai untuk setup awal seperti billing, IAM, dan resource pertama.

4. Masukkan Password Akun AWS

Di halaman berikutnya, masukkan password akun AWS kamu. Setelah itu klik tombol Sign in untuk melanjutkan.

5. Verifikasi Keamanan (Kode OTP)

AWS akan mengirimkan kode verifikasi (OTP) ke email kamu.

  • Cek inbox email
  • Masukkan kode verifikasi
  • Klik Verify and continue

Ini adalah bagian dari sistem keamanan AWS.

6. Berhasil Masuk ke AWS Management Console

Setelah proses login dan verifikasi keamanan berhasil, kamu akan diarahkan ke AWS Management Console. Halaman ini merupakan dashboard utama AWS yang digunakan untuk mengelola seluruh layanan, seperti EC2, S3, RDS, dan layanan cloud lainnya.

Pada tampilan awal dashboard, kamu dapat melihat ringkasan akun, layanan yang sering digunakan, serta informasi status AWS. Dari halaman inilah seluruh proses pembuatan dan pengelolaan server EC2 untuk FTP Server akan dilakukan.

7. Ubah Region ke Singapore

Agar server lebih dekat dengan Indonesia (latensi lebih rendah), kita ubah region.

  • Klik dropdown Region di pojok kanan atas
  • Pilih Asia Pacific – Singapore (ap-southeast-1)

Pemilihan region ini penting karena resource AWS bersifat regional.

8. Cari Layanan EC2

Sekarang kita masuk ke layanan EC2.

  • Klik kolom Search
  • Ketik EC2
  • Pilih EC2 – Virtual Servers in the Cloud

EC2 adalah layanan utama AWS untuk membuat server virtual.

9. Masuk ke Halaman EC2

Setelah masuk ke halaman EC2, kamu akan melihat dashboard EC2.

Untuk membuat server baru:

  • Klik tombol Launch instance

Ini adalah langkah awal pembuatan server FTP nantinya.

10. Isi Nama Instance EC2

Di halaman Launch an instance, isi bagian:

  • Name and tags
  • Contoh nama: testingftp

Nama ini bebas, tapi sebaiknya deskriptif agar mudah dikelola.

11. Pilih OS Ubuntu Server

Pada halaman Application and OS Images (AMI):

  • Pilih tab Ubuntu
  • Gunakan Ubuntu Server 24.04 LTS (HVM), SSD Volume Type
  • Status Free tier eligible (aman untuk belajar)

Ubuntu LTS stabil dan paling sering dipakai untuk server FTP.

12. Pilih Instance Type (t3.small)

Scroll ke bagian Instance type:

  • Pilih t3.small
  • Spesifikasi: 2 vCPU, 2 GB RAM

Cukup untuk FTP server, web server ringan, dan testing.

13. Masuk ke Pengaturan Key Pair (Login)

Key pair digunakan untuk login ke server via SSH.

Di bagian Key pair (login):

  • Klik Create new key pair

Tanpa key pair, kamu tidak bisa login ke server.

14. Buat Key Pair Baru

Akan muncul popup Create key pair:

  • Key pair name: testingftp
  • Key pair type: RSA
  • Private key file format:
    • .ppk → untuk PuTTY (Windows)
    • .pem → untuk Linux / macOS

Klik Create key pair.

15. Download File Key Pair

Setelah klik Create key pair, file key akan otomatis ter-download.

Contoh:

  • testingftp.ppk

Penting:

  • Simpan file ini baik-baik
  • Jangan dihapus
  • Jangan dibagikan ke orang lain

16. Konfigurasi Network dan Security Group

Pada tahap ini, lakukan pengaturan Network settings untuk memastikan server EC2 dapat diakses dari luar. Pastikan opsi Auto-assign public IP dalam keadaan Enable, agar instance mendapatkan alamat IP publik yang bisa digunakan untuk koneksi SSH dan FTP.

Selanjutnya, pada bagian Firewall (security group), pilih Create security group lalu atur rule akses jaringan. Aktifkan Allow SSH traffic from Anywhere (0.0.0.0/0) agar server dapat diakses melalui SSH. Selain itu, izinkan juga HTTP dan HTTPS traffic sebagai persiapan jika server akan digunakan untuk layanan tambahan di kemudian hari.

17. Meninjau Konfigurasi dan Meluncurkan Instance EC2

Setelah seluruh pengaturan selesai, periksa kembali bagian Summary di sisi kanan halaman Launch an Instance. Pastikan sistem operasi yang digunakan adalah Ubuntu, tipe instance sudah sesuai, key pair telah dipilih dengan benar, serta pengaturan network dan security group telah aktif sesuai kebutuhan.

Jika semua konfigurasi sudah benar, klik tombol Launch instance untuk memulai proses pembuatan server. AWS akan menjalankan instance dan membutuhkan beberapa saat hingga status berubah menjadi Running. Tahap ini menandai dimulainya server EC2 yang akan digunakan sebagai FTP Server.

18. Proses Launch Instance Berjalan

AWS akan mulai membuat server:

  • Status: Launching instance
  • Progress bar akan berjalan beberapa detik

Jangan tutup browser saat proses ini berlangsung.

19. EC2 Berhasil Dibuat (Running)

Jika sukses, akan muncul notifikasi hijau: Successfully initiated launch of instance dan klik menu Instances untuk melihat daftar server.

20. Instance EC2 Berstatus Initializing

Setelah proses launch instance selesai, server EC2 akan tampil pada halaman Instances dengan status Running, namun Status check masih menunjukkan keterangan Initializing. Kondisi ini menandakan bahwa sistem AWS sedang melakukan pengecekan awal terhadap instance, termasuk konfigurasi jaringan, sistem operasi, dan resource internal.

21. Memastikan Instance EC2 Sudah Siap Digunakan

Setelah status instance berubah menjadi Running, perhatikan bagian Status check pada halaman EC2. Pastikan indikator menunjukkan 3/3 checks passed. Status ini menandakan bahwa sistem operasi dan jaringan instance telah berjalan dengan normal dan siap menerima koneksi.

Jika status check belum sepenuhnya hijau, tunggu beberapa saat hingga proses inisialisasi selesai sebelum melanjutkan ke tahap koneksi server.

22. Memilih Instance dan Klik Connect

Selanjutnya, centang instance EC2 yang telah dibuat (contoh: testingftp), lalu klik tombol Connect yang berada di bagian atas halaman. Opsi ini digunakan untuk memulai proses koneksi ke server EC2.

AWS menyediakan beberapa metode koneksi, namun pada tutorial ini akan digunakan koneksi berbasis SSH.

23. Membuka Menu Connect to Instance

Setelah memilih instance EC2, klik tombol Connect hingga muncul halaman Connect to instance. Pada halaman ini, AWS menampilkan beberapa metode koneksi yang dapat digunakan untuk mengakses server.

Pastikan tab EC2 Instance Connect dalam keadaan aktif. Pada bagian ini, sistem akan menampilkan informasi koneksi seperti Instance ID, Public IP address, dan Username default Ubuntu, yang akan digunakan pada tahap koneksi selanjutnya.

24. Membuka Aplikasi PuTTY dan Menyalin Public IPv4 Address

Setelah berada di halaman Connect to instance, salin Public IPv4 address yang ditampilkan. Alamat IP publik ini akan digunakan sebagai tujuan koneksi ke server EC2.

Selanjutnya, buka aplikasi PuTTY di komputer, lalu tempelkan Public IPv4 address tersebut ke kolom Host Name (or IP address). Pastikan Port bernilai 22 dan Connection type diset ke SSH sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.

25. Masuk ke Pengaturan SSH Authentication di PuTTY

Setelah Public IPv4 address dimasukkan ke PuTTY, langkah selanjutnya adalah mengatur autentikasi SSH. Pada jendela PuTTY, buka menu Connection → SSH → Auth → Credentials.

Pada bagian Private key file for authentication, klik tombol Browse untuk menyiapkan file key pair yang akan digunakan pada proses koneksi ke server EC2.

26. Memilih File Key Pair di PuTTY

Setelah menekan tombol Browse, cari file key pair (.ppk) yang telah diunduh sebelumnya dari AWS. Pilih file tersebut, lalu klik Open untuk memasukkan key ke dalam pengaturan PuTTY.

Dengan memilih file key pair ini, autentikasi SSH telah disiapkan dan koneksi ke server EC2 dapat dilanjutkan pada tahap berikutnya

27. Membuka Koneksi SSH ke Server

Setelah file key pair (.ppk) berhasil dimasukkan, kembali ke menu Session pada PuTTY. Pastikan alamat IP publik dan pengaturan SSH sudah benar.

Selanjutnya, klik tombol Open untuk memulai koneksi SSH ke server EC2. Jika muncul peringatan keamanan, klik Accept untuk melanjutkan.

28. Login ke Server Menggunakan User Ubuntu

Setelah koneksi SSH terbuka, akan muncul jendela terminal PuTTY dengan prompt login as:. Pada bagian ini, ketik ubuntu sebagai username default untuk server Ubuntu.

Tekan Enter untuk melanjutkan proses login. Jika konfigurasi key pair sudah benar, kamu akan langsung masuk ke server tanpa diminta password.

29. Berhasil Login ke Server Ubuntu EC2

Setelah proses koneksi berhasil, kamu akan masuk ke terminal server Ubuntu melalui PuTTY. Pada layar akan ditampilkan informasi sistem seperti versi Ubuntu, penggunaan resource, serta detail server lainnya.

Tampilan ini menandakan bahwa proses login ke server EC2 telah berhasil dan koneksi SSH sudah aktif. Server kini siap digunakan untuk menjalankan perintah lanjutan, seperti pembaruan sistem dan instalasi layanan FTP.

30. Update Repository Ubuntu

Sebelum install FTP, wajib update sistem dulu. Jalankan perintah: sudo apt update. Tunggu sampai proses selesai tanpa error.

31. Install FTP Server di Ubuntu (vsftpd)

Setelah update sistem selesai, langkah berikutnya adalah menginstal FTP Server di Ubuntu menggunakan vsftpd. Aplikasi ini ringan, aman, dan banyak digunakan pada server Linux.

Jalankan perintah berikut di terminal: sudo apt install vsftpd

32. Konfirmasi Instalasi vsftpd

Saat proses instalasi vsftpd berjalan, sistem akan menampilkan pesan: Do you want to continue? [Y/n]. Ketik Y lalu tekan Enter untuk melanjutkan proses instalasi FTP Server di Ubuntu. Sistem akan otomatis melanjutkan pemasangan hingga selesai.

33. Mengecek Status FTP Server (vsftpd)

Setelah instalasi selesai, pastikan layanan FTP Server sudah berjalan dengan menjalankan perintah berikut: sudo service vsftpd status. Perintah ini digunakan untuk mengecek apakah vsftpd sudah aktif dan berjalan dengan normal di server Ubuntu.

34. FTP Server Aktif dan Membuat User Baru

Setelah menjalankan perintah pengecekan, pastikan status layanan vsftpd menunjukkan active (running). Hal ini menandakan bahwa FTP Server sudah berjalan dengan normal.Selanjutnya, buat username FTP baru dengan perintah berikut: sudo adduser namuser  

Ganti namuser sesuai dengan username yang ingin digunakan.

35. Membuat Password User (Tidak Terlihat di Layar)

Saat proses pembuatan user FTP, sistem akan meminta kamu memasukkan password. Perlu diketahui bahwa saat mengetik password, karakter tidak akan terlihat di layar. Hal ini merupakan fitur keamanan bawaan Linux.

Ketik password dengan benar, lalu tekan Enter dan ulangi kembali untuk konfirmasi. Setelah selesai, user FTP berhasil dibuat dan siap digunakan.

36. Konfirmasi User FTP Berhasil Dibuat

Setelah proses pengisian dan konfirmasi password selesai, sistem akan menampilkan pesan bahwa user berhasil dibuat. Ini menandakan bahwa username dan password FTP sudah aktif dan siap digunakan.

Dengan selesainya tahap ini, user FTP dapat digunakan untuk login ke server dan melakukan transfer file sesuai dengan hak akses yang diberikan.

37. Membuka WinSCP dan Masuk ke Menu Advanced

Setelah aplikasi WinSCP dibuka, masukkan Host Name (Public IP server), Username, dan Port sesuai dengan konfigurasi server. Pastikan data yang dimasukkan sudah benar agar proses koneksi berjalan lancar.

Selanjutnya, klik tombol Advanced untuk masuk ke pengaturan lanjutan sebelum melakukan login ke server

38. Masuk ke Pengaturan SSH di WinSCP

Setelah menekan tombol Advanced, akan muncul jendela Advanced Site Settings. Pada menu sebelah kiri, pilih SSH, lalu klik Authentication untuk mengatur metode autentikasi koneksi.

39. Memilih File Key Pair dan Menyimpan Pengaturan

Pada menu SSH Authentication di WinSCP, klik tombol Browse pada bagian Private key file, lalu pilih file key pair (.ppk) yang telah diunduh sebelumnya.

Setelah file key berhasil dipilih dan path file tampil pada kolom yang tersedia, klik tombol OK untuk menyimpan pengaturan dan kembali ke halaman utama WinSCP.

40. Konfirmasi File Key dan Klik OK

Setelah file key pair (.ppk) dipilih, pastikan path file sudah tampil pada kolom Private key file di pengaturan WinSCP. Hal ini menandakan bahwa file key telah berhasil dimasukkan dengan benar.

Jika sudah sesuai, klik tombol OK untuk menyimpan pengaturan dan kembali ke halaman utama WinSCP.

41. Menyimpan Konfigurasi Session di WinSCP

Setelah kembali ke halaman utama WinSCP, kamu dapat menyimpan konfigurasi koneksi agar tidak perlu mengatur ulang di lain waktu. Klik tombol Save untuk menyimpan pengaturan session yang telah dibuat.

Dengan menyimpan session, proses login ke server akan menjadi lebih cepat dan praktis pada penggunaan berikutnya

42. Memberi Nama dan Menyimpan Session WinSCP

Setelah menekan tombol Save, akan muncul jendela Save session as site. Pada bagian Site name, isi nama session sesuai kebutuhan, misalnya menggunakan username dan IP server agar mudah dikenali.

Jika sudah, klik OK untuk menyimpan session. Dengan begitu, konfigurasi koneksi WinSCP sudah tersimpan dan bisa digunakan kembali tanpa perlu mengatur ulang.

43. Login Menggunakan Session yang Tersimpan

Setelah session WinSCP berhasil disimpan, pilih session tersebut dari daftar yang tersedia. Session ini sudah berisi pengaturan host, username, dan key pair yang sebelumnya dibuat.

Klik tombol Login untuk menghubungkan WinSCP ke server menggunakan konfigurasi yang telah disimpan.

44. Berhasil Terhubung ke Server Melalui WinSCP

Jika proses login berhasil, WinSCP akan menampilkan tampilan dua panel. Panel sebelah kiri menunjukkan file di komputer lokal, sedangkan panel sebelah kanan menampilkan direktori file di server.

Tampilan ini menandakan bahwa koneksi ke server telah berhasil dan WinSCP siap digunakan untuk melakukan upload maupun download file.

45. Mengunggah File ke Server

Untuk melakukan pengujian, pilih file dari komputer lokal pada panel kiri WinSCP. Selanjutnya, seret (drag and drop) file tersebut ke panel kanan yang merupakan direktori server.

Saat muncul jendela konfirmasi upload, klik OK untuk memulai proses pengunggahan file ke server.

46. File Berhasil Terunggah ke Server

Setelah proses upload selesai, file akan muncul pada direktori server di panel kanan WinSCP. Status transfer akan menunjukkan bahwa proses pengunggahan telah berhasil tanpa error.

Hal ini menandakan bahwa koneksi ke server berjalan dengan normal dan user FTP memiliki izin untuk mengunggah file ke server.

Kesimpulan

Melalui tutorial ini, kita telah berhasil membangun dan mengonfigurasi FTP Server menggunakan Ubuntu pada AWS EC2, mulai dari proses pembuatan instance, koneksi ke server, instalasi layanan FTP (vsftpd), hingga pengujian upload file menggunakan WinSCP. Setiap tahapan dilakukan secara bertahap dan sistematis, sehingga memudahkan pemula untuk memahami alur kerja server di lingkungan cloud AWS. Hasil pengujian menunjukkan bahwa layanan FTP berjalan dengan normal dan dapat diakses dari client tanpa kendala.

Dengan FTP server yang sudah aktif dan dapat digunakan, server ini siap dimanfaatkan untuk kebutuhan transfer file, backup data, maupun pengelolaan file proyek secara remote. Meskipun demikian, untuk penggunaan jangka panjang atau lingkungan produksi, sangat disarankan untuk menerapkan pengamanan tambahan seperti pembatasan akses user, pengaturan permission folder, serta konfigurasi keamanan lanjutan. Dengan konfigurasi yang tepat, AWS EC2 dapat menjadi solusi server FTP yang stabil, fleksibel, dan aman.