Cara Membuat VPS di AWS (EC2)
Di era digital saat ini, kebutuhan akan server yang stabil, fleksibel, dan mudah dikelola semakin meningkat. Salah satu solusi populer yang banyak digunakan oleh developer, blogger, hingga pemilik bisnis online adalah VPS (Virtual Private Server). Dengan VPS, kita bisa memiliki server virtual sendiri yang dapat dikonfigurasi sesuai kebutuhan, mulai dari hosting website, aplikasi, hingga project percobaan. Salah satu penyedia layanan VPS yang paling terkenal dan andal adalah Amazon Web Services.
AWS menyediakan layanan komputasi bernama EC2 (Elastic Compute Cloud) yang memungkinkan pengguna membuat VPS dengan cepat dan skalabel. Keunggulan EC2 terletak pada fleksibilitas spesifikasi server, pilihan sistem operasi, serta sistem pembayaran pay-as-you-go. Menariknya, AWS juga menyediakan Free Tier yang bisa dimanfaatkan untuk belajar atau menjalankan server kecil tanpa biaya selama periode tertentu.
Apa itu VPS dan AWS EC2
VPS (Virtual Private Server) adalah sebuah server virtual yang bekerja layaknya server fisik, namun berjalan di dalam lingkungan virtualisasi. Dengan VPS, pengguna mendapatkan sumber daya khusus seperti CPU, RAM, dan penyimpanan yang tidak dibagi dengan pengguna lain, sehingga performanya lebih stabil dibandingkan shared hosting. VPS banyak digunakan untuk hosting website, menjalankan aplikasi, bot, VPN, hingga keperluan belajar administrasi server.
AWS EC2 (Elastic Compute Cloud) adalah layanan VPS berbasis cloud yang disediakan oleh Amazon Web Services. Melalui AWS EC2, pengguna dapat membuat dan mengelola server virtual dengan berbagai pilihan sistem operasi, termasuk Ubuntu Server. Keunggulan AWS EC2 terletak pada fleksibilitas, skalabilitas, dan adanya program Free Tier yang memungkinkan pengguna mencoba VPS secara gratis selama periode tertentu, sehingga sangat cocok untuk pemula yang ingin belajar cloud computing tanpa biaya besar.
Keuntungan AWS Free Tier
AWS Free Tier memberikan kemudahan bagi pengguna baru untuk mencoba layanan cloud selama 6 bulan serta mendapatkan saldo kredit hingga $200 yang dapat digunakan untuk menjalankan berbagai layanan seperti EC2 (VPS), penyimpanan, dan layanan pendukung lainnya. Dengan fasilitas ini, pengguna dapat belajar dan bereksperimen menggunakan infrastruktur cloud AWS secara legal tanpa biaya, sehingga sangat cocok untuk pemula yang ingin memahami cloud computing tanpa risiko pengeluaran besar.
Persiapan sebelum membuat VPS
Sebelum membuat VPS, pastikan Anda telah menyiapkan beberapa hal penting, seperti akun AWS yang aktif, alamat email yang valid, serta kartu debit atau kredit untuk proses verifikasi. Selain itu, siapkan juga komputer atau laptop dengan koneksi internet stabil dan aplikasi pendukung seperti browser serta PuTTY agar proses pembuatan dan akses VPS dapat berjalan dengan lancar.
Langkah - Langkah Cara Membuat VPS di AWS (EC2)
1. Masuk ke Website AWS
Buka website resmi AWS melalui browser https://aws.amazon.com/.
Klik tombol “Sign in to console” di pojok kanan atas untuk masuk ke akun
AWS. Setelah Anda membuka websitenya.
Jika belum memiliki akun, silakan daftar terlebih dahulu menggunakan email dan kartu debit/kredit atau Anda bisa melihat tutorial ini.
2. Login ke Akun AWS (Root User)
Pada halaman login:
- Pilih Root user
- Masukkan email yang terdaftar
- Klik Next
Root user biasanya digunakan untuk konfigurasi awal akun AWS.
3. Masukkan Password AWS
Masukkan password akun AWS, lalu klik Sign in. Jika password lupa, gunakan fitur Forgot password.
4. Masuk ke AWS Management Console
Setelah berhasil login, Anda akan diarahkan ke AWS
Management Console.
Di halaman ini tersedia:
- Ringkasan layanan AWS
- Kredit Free Tier
- Layanan yang sering digunakan
5. Mengatur Region Server
Pilih Region AWS di pojok kanan atas.Disarankan memilih:Asia Pacific (Singapore) – ap-southeast-1
Alasan memilih Singapore:
- Latensi lebih rendah untuk pengguna Indonesia
- Koneksi lebih stabil dan cepat
6. Mencari Layanan EC2
Pada kolom pencarian AWS:
- Ketik EC2
- Klik EC2 – Virtual Servers in the Cloud
Ini adalah layanan utama untuk membuat VPS di AWS.
7. Membuka Halaman EC2
Di halaman Amazon EC2, klik tombol Launch instance untuk mulai membuat server virtual baru.
8. Memberi Nama Instance
Pada bagian Name and tags, masukkan nama VPS, misalnya: VPS testing nama ini hanya sebagai identitas agar mudah dikenali di dashboard AWS.
9. Memilih Sistem Operasi (AMI)
Pada bagian Application and OS Images (AMI):
- Pilih tab Ubuntu
- Gunakan Ubuntu Server 24.04 LTS
- Pastikan status Free tier eligible
Ubuntu sangat direkomendasikan karena:
- Stabil
- Ringan
- Banyak dokumentasi
- Cocok untuk pemula
10. Membuat Key Pair (Login VPS)
Pada tahap ini, kita akan membuat Key Pair yang berfungsi sebagai kunci login (SSH) ke VPS AWS EC2. Key pair ini diperlukan agar server dapat diakses dengan aman menggunakan password. Langsung ajah Anda klik Create New Key Pair
11. Membuat Key Pair (Kunci Login VPS)
Pada tahap ini akan muncul pop-up Create key pair.
Lakukan pengaturan berikut:
- Key pair name: isi nama key (contoh: vpstestingkey)
- Key pair type: pilih RSA
- Private key file format: pilih .pem
Setelah itu, klik tombol Create key pair.
File .pem ini sangat penting untuk login ke VPS. Jangan sampai hilang karena AWS tidak menyediakan download ulang.
12. Download File Key Pair (.pem)
Setelah key pair dibuat, browser akan otomatis mengunduh file .pem.
Pastikan:
- File berhasil terdownload
- Disimpan di folder aman (misalnya Documents atau folder khusus VPS)
File ini akan digunakan untuk login ke server menggunakan SSH atau PuTTY.
13. Konfigurasi Network dan Security Group
Masuk ke bagian Network settings, lalu lakukan pengaturan berikut:
- Auto-assign public IP: Enable
- Firewall (security group): pilih Create security group
Aktifkan dan Ceklis:
- Allow SSH traffic
- Allow HTTP traffic
- Allow HTTPS traffic
Untuk SSH, disarankan memilih My IP agar lebih aman dibandingkan 0.0.0.0/0.
Jika semua konfigurasi sudah benar:
- Klik tombol Launch instance
AWS akan mulai membuat VPS sesuai pengaturan yang telah ditentuka
14. Proses Launching Instance
Akan muncul tampilan Launching instance dengan progress bar. Tunggu beberapa saat hingga proses selesai. Jangan menutup browser saat proses ini berlangsung.
15. Instance Berhasil Dibuat
Jika berhasil, akan muncul notifikasi hijau: “Successfully initiated launch of instance” Klik menu Instances untuk melihat daftar VPS yang telah dibuat.
16. Status Instance (Initializing)
Di halaman EC2 → Instances, VPS akan tampil dengan status:
- Instance state: Running
- Status check: Initializing
Artinya server sedang dalam proses booting awal.
17. Status Instance Siap Digunakan
Setelah beberapa menit, status berubah menjadi: 3/3 checks passed Ini menandakan VPS sudah siap digunakan dan stabil.
18. Memilih Instance dan Klik Connect
Centang VPS yang dibuat, lalu klik tombol Connect di bagian atas. Tahap ini digunakan untuk masuk (login) ke VPS.
19. Halaman Connect ke VPS (EC2 Instance Connect)
Di halaman Connect to instance:
- Pilih tab EC2 Instance Connect
- Connection type: Connect using a Public IP
- Username: ubuntu
20. Membuka Aplikasi PuTTYgen
Buka aplikasi PuTTYgen di komputer Anda, kemudian klik tombol Load untuk memuat file key pair yang akan digunakan.
21. Memilih File Key Pair (.pem)
Setelah mengklik Load pada PuTTYgen, pilih file key pair (.pem) yang telah diunduh sebelumnya, lalu klik Open.
22. Membuat Key Passphrase
Setelah file key pair berhasil dimuat di PuTTYgen, masukkan Key passphrase dan Confirm passphrase untuk menambahkan keamanan pada key pair sebelum disimpan.
23. Menyimpan Key Pair ke Format .ppk
Setelah mengisi key passphrase, klik tombol Save private key, lalu simpan file key pair dalam format .ppk agar dapat digunakan untuk login ke VPS melalui PuTTY.
24. Membuka PuTTY dan Memasukkan IP VPS
Buka aplikasi PuTTY, lalu masukkan Public IPv4 Address dari VPS AWS pada kolom Host Name (or IP address). Pastikan Port bernilai 22 dan Connection type diset ke SSH.
25. Menambahkan Key Pair ke PuTTY
Pada aplikasi PuTTY, masuk ke menu Connection → SSH → Auth → Credentials, lalu klik Browse.
26. Memilih File Key Pair (.ppk)
Pilih file key pair (.ppk) yang telah disimpan sebelumnya, lalu klik Open.
27. Masuk ke Menu Session
Setelah file key pair dipilih, kembali ke menu Session untuk mulai menyimpan konfigurasi koneksi
28. Menyimpan Konfigurasi Session
Setelah masuk ke menu Session, isi kolom Saved Sessions dengan nama session sesuai keinginan, lalu klik Save untuk menyimpan konfigurasi koneksi
29. Membuka Koneksi ke VPS
Pilih session yang sudah disimpan (testingvps), lalu klik Open. Jika muncul peringatan keamanan (first connection), klik Accept / Yes.
30. Login Username Ubuntu
Saat terminal PuTTY terbuka, akan muncul prompt: login as: Ketik: ubuntu Lalu tekan Enter.Username default untuk Ubuntu Server di AWS adalah ubuntu.
31. Memasukkan Passphrase Key
Saat pertama kali koneksi via PuTTY, terminal akan menampilkan pesan seperti: Authenticating with public key "imported-openssh-key"
Passphrase for key "imported-openssh-key":
Pada tahap ini:
- Masukkan passphrase yang sebelumnya Anda buat di PuTTYgen
- Karakter tidak akan terlihat saat diketik (normal untuk keamanan)
- Tekan Enter
Jika Anda tidak mengisi passphrase saat membuat key, tahap ini akan dilewati otomatis.
32. Login Berhasil ke VPS AWS Ubuntu
Jika passphrase benar, Anda akan melihat tampilan welcome message Ubuntu, seperti:
- Versi Ubuntu Server (contoh: Ubuntu 24.04 LTS)
- Informasi sistem (CPU, RAM, IP private)
- Pesan keamanan dan update
Di bagian bawah akan muncul prompt:
ubuntu@ip-172-31-xx-xx:~$
Ini menandakan Anda sudah berhasil login ke VPS AWS EC2 Ubuntu.
Kesimpulan
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda telah berhasil membuat VPS menggunakan AWS EC2 Free Tier dan melakukan koneksi ke Ubuntu Server melalui PuTTY di Windows. Proses ini mencakup pembuatan instance, pengaturan key pair, konfigurasi keamanan, hingga login ke server, sehingga VPS siap digunakan untuk berbagai kebutuhan pembelajaran maupun pengembangan aplikasi.
VPS AWS ini dapat dimanfaatkan untuk banyak keperluan, seperti hosting website, instalasi WordPress, menjalankan aplikasi, atau belajar administrasi server Linux. Dengan memanfaatkan Free Tier, pengguna dapat belajar dan bereksperimen tanpa biaya, sekaligus memahami dasar-dasar cloud computing yang sangat berguna di dunia teknologi saat ini.
%20Free%20Tier%20%E2%80%93%20Ubuntu%20Server%20(1).png)
%20Free%20Tier%20%E2%80%93%20Ubuntu%20Server%20(2).png)
%20Free%20Tier%20%E2%80%93%20Ubuntu%20Server%20(3).png)
%20Free%20Tier%20%E2%80%93%20Ubuntu%20Server%20(4).png)
%20Free%20Tier%20%E2%80%93%20Ubuntu%20Server%20(5).png)
%20Free%20Tier%20%E2%80%93%20Ubuntu%20Server%20(6).png)
%20Free%20Tier%20%E2%80%93%20Ubuntu%20Server%20(7).png)
%20Free%20Tier%20%E2%80%93%20Ubuntu%20Server%20(8).png)
%20Free%20Tier%20%E2%80%93%20Ubuntu%20Server%20(9).png)
%20Free%20Tier%20%E2%80%93%20Ubuntu%20Server%20(10).png)
%20Free%20Tier%20%E2%80%93%20Ubuntu%20Server%20(11).png)
%20Free%20Tier%20%E2%80%93%20Ubuntu%20Server%20(12).png)
%20Free%20Tier%20%E2%80%93%20Ubuntu%20Server%20(13).png)
%20Free%20Tier%20%E2%80%93%20Ubuntu%20Server%20(14).png)
%20Free%20Tier%20%E2%80%93%20Ubuntu%20Server%20(15).png)
%20Free%20Tier%20%E2%80%93%20Ubuntu%20Server%20(16).png)
%20Free%20Tier%20%E2%80%93%20Ubuntu%20Server%20(17).png)
%20Free%20Tier%20%E2%80%93%20Ubuntu%20Server%20(18).png)
%20Free%20Tier%20%E2%80%93%20Ubuntu%20Server%20(19).png)
%20Free%20Tier%20%E2%80%93%20Ubuntu%20Server%20(20).png)
%20Free%20Tier%20%E2%80%93%20Ubuntu%20Server%20(21).png)
%20Free%20Tier%20%E2%80%93%20Ubuntu%20Server%20(22).png)
%20Free%20Tier%20%E2%80%93%20Ubuntu%20Server%20(23).png)
%20Free%20Tier%20%E2%80%93%20Ubuntu%20Server%20(24).png)
%20Free%20Tier%20%E2%80%93%20Ubuntu%20Server%20(25).png)
%20Free%20Tier%20%E2%80%93%20Ubuntu%20Server%20(26).png)
%20Free%20Tier%20%E2%80%93%20Ubuntu%20Server%20(27).png)
%20Free%20Tier%20%E2%80%93%20Ubuntu%20Server%20(28).png)
%20Free%20Tier%20%E2%80%93%20Ubuntu%20Server%20(29).png)
%20Free%20Tier%20%E2%80%93%20Ubuntu%20Server%20(30).png)
%20Free%20Tier%20%E2%80%93%20Ubuntu%20Server%20(31).png)
%20Free%20Tier%20%E2%80%93%20Ubuntu%20Server%20(32).png)